Pendahuluan
Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA), merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang berada di kawasan Jakarta berbatasan dengan Bekasi, dan merupakan mata rantai dari printisan dan pengembangan kualitas ummat. Universitas Islam As-Syafi’iyah adalah perkembangan dari Akademi Pendidikan Islam (AKPI) As-Syafi’iyah yang didirikan pada tanggal 14 Nopember 1965 dan pada tanggal 12 Maret 1969 AKPI tersebut ditingkatkan menjadi Universitas.
Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) didirikan oleh H. Abdullah Syafi’ie dengan niat ibadah sekaligus bertanggung jawab terhadap pembangunan Nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka pengembangan SDM dan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Sejak tahun 1983 UIA dikembangkan dengan manajemen profesional. Sampai saat ini Universitas Islam As-Syafi’iyah memiliki 6 fakultaas dan 1 akademi yaitu Fakultaaas Agama Islam, Hukum, Ekonomi, Teknik, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Matematika dan Ilmu Pengetahuun Alam, dan Akademi Perawatan. Sebagian besar program studi telah Terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT).
Jurusan Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu jurusan yang berada di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam As-Syafi’iyah (JBK-UIA) didirikan pada tahun 1983, dengan satu program studi, yakni Program Studi Bimbingan dan Konseling (PSBK). Bidang keilmuan yang didalami di PSBK adalah keterampilan membimbing (Guidence skills), konseling (Counseling skill), dan ilmu Psikologi.
VISI
Visi Jurusan Bimbingan dan Konseling adalah untuk menjadi pusat keunggulan dalam pengembangan Bimbingan dan Konseling di Indonesia.
MISI
Misi Jurusan Bimbingan dan Konseling adalah untuk menghasilkan SDM dalam bidang Bimbingan dan Konseling yang profesional dan berkualifikasi baik dengan cara menyelenggarakan proses pendidikan berkualitas yang berjalan seiring dengan penelitian dan pengabdian masyarakat untuk mendukung pembangunan nasional.
TUJUAN PENDIDIKAN
Tujuan Jurusan Bimbingan dan Konseling adalah menghasilkan lulusan dengan kualifikasi:
- Mampu mandiri dan bersikap positif dalam menerapkan ilmu yang dimilikinya dan dapat menerapkannya secara bijaksana sesuai dengan tuntutan masyarakat.
- Mampu menalar, melakukan analisis dan sintesis serta pemecahan masalah.
- Mampu membuat perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dengan baik.
- Dapat meningkatkan kemampuannya dengan cara belajar mandiri di lapangan pekerjaan.
- Mampu meningkatkan kualifikasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
PROFIL LULUSAN
Lulusan program studi Bimbingan dan Konseling FKIP UIA diharapkan:
- Memiliki Kompetensi Kepribadian sehingga menjadi agen pembelajaran dalam bimbingan dan konseling, yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, mandiri dan bertanggung jawab terhadap perkembangan dan profesinya sebagai pendidik, anak didiknya, lingkungan kerjanya, masyarakat dan bangsanya.
- Memiliki Kompetensi Profesional sehingga dapat menguasai berbagai wacana dengan melakukan berbagai kegiatan dalam bimbingan dan konseling serta memiliki pemahaman yang luas dan mendalam tentang proses komunikasi yang efektif.
- Memiliki Kompetensi Pedagogik sehingga menguasai pengelolaan pembelajaran peserta didik yang terdiri atas; pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, pengevaluasian hasil belajar, dan pengaktualisasian berbagai potensi yang dimiliki peserta didik; dan memiliki pemahaman yang luas dan mendalam tentang pengelolaan pembelajaran.
- Memiliki Kompetensi Sosial sehingga mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
KOMPETENSI PROGRAM STUDI
1. Kompetensi Utama
Menjadi guru Pembimbing/Konselor yang professional dengan penguasaan empat elemen kompetensi yang mencakup; Kompetensi Kepribadian, Kompetensi, Profesional, Kompetensi Pedagogik, dan Kompetensi Sosial.
2. Kompetensi Pendukung
Memiliki kompetensi ke-Islaman yang tercermin dalam tingkah laku akademik di masyarakat.
3. Kompetensi Khusus
Memiliki keahlian membimbing dan konseling secara islami yang berhubungan dengan life skills sehingga siap di segala bentuk aktifitas masyarakat.