Profil Universitas Islam As-Syafi'iyah

UIA didirikan oleh KH. Abdullah Syafi’ie dengan niat sebagai ibadah dan sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan nasional, yaitu turut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebagai seorang pemimpin, KH Abdullah Syafi’ie juga melengkapi kegiatan pendidikan yang dipimpinnya dengan lembaga Perguruan Tinggi dengan motivasi sebagai berikut :

  • Ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai tujuan Pembangunan Nasional, seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
    • Para pengelola UIA, menyadari bahwa tugas mewujudkan tujuan pembangunan, bukan semata-mata terletak di pundak pemerintah, tetapi juga dipikul oleh anggota masyarakat. Lebih-Iebih pada penyelenggaraan perguruan tinggi.

    Sampai saat ini perguruan tinggi pemerintah hanya dapat menampung 20 % dari lulusan SLTA yang berminat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan perguruan tinggi setiap tahunnya.

    Oleh karena itu, pelayanan swasta menjadi sangat penting dalam melayani kebutuhan lulusan SL TA yang ingin rnelanjutkan studinya di perguruan tinggi, tetapi tidak bisa ditampung oleh Perguruan Tinggi Negeri.

    Sebagai ulama yang besar wibawanya, dalam mewujudkan gagasannya, K.H. Abdullah Syafi’ie selalu mendapat dukungan dari anggota masyarakat.

    Di atas tanah milik sendiri beliau mengusahakan pembangunan gedung¬gedung sekolah, masjid dan pesantren dengan dana dari partisipasi masyarakat.

    Karena itu kegiatan pendidikan yang didirikannya, ingin dikembalikan dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat.

    Itulah sebabnya beliau menyebut dirinya Khodimmuthalabah (pelayan orang yang menuntut ilmu).

    Fungsi kyai sebagai pelayan pendidikan di UIA dilaksanakan bersama-sama dengan DR. H. Tutty Alawiyah AS yang juga mendapat dukungan luas dari masyarakat dan dalam semua kegiatan pengabdiannya sangat d kat dengan masyarakat.

    Bagi semua yang terlibat, pengurus yayasan dan civitas akademica UIA

    adalah tempat beribadah yaitu niat dan segala kegiatan ini menjadi motivasi plus. Jadi di samping tempat mengembangkan karir dan profesi, UIA adalah tempat ibadah.

    Dengan niat dan motivasi tersebut, maka terciptalah gairah dan kesungguhan bekerja yang bukan semata-mata untuk mengejar kebahagiaan duniawi, akan tetapi juga kepuasan bathin. Inilah yang meningkatkan semangat kerja para pelaksana UIA.

    ORIENTASI DAN IDENTITAS PROGRAM

    Universitas Islam As-Syafi’iyah mengartikulasikan program-programnya sebagai berikut :
    Orientasi Program

    • Filosofis
      Secara filosofis, program yang dikembangkan merupakan ikhtiar untuk menyatukan kembali antara ilmu dan agama. Dimensi ontologis (apa), epistimologis (bagaimana) dan oxiologis (untuk apa) disatukan kembali dengan praxiologis (dari mana). Dengan demikian, ancaman kehidupan yang timbul sebagai akibat samping perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diakhiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dipandu oleh ajaran agama.
    • Sosiologis
      Secara sosiologis, program yang dikembangkan merupakan ikhtiar untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi keterbelakangan, kemiskinan dan ketergantungan yang akhir-akhir ini menjadi ciri negara berkembang. Dengan demikian, program yang dikembangkan berorientasi kepada menciptakan sarjana yang memihak kepada kaum dhu’afa.
    • Metodologis
      Secara metodologis, program yang dikembangkan merupakan cara untuk menerapkan metode pendidikan yang baru untuk menghasilkan lulusan yang mandiri dan sadar akan tanggung jawab sebagai hamba Allah SWT.

    Identitas Program
    Identitas Program-program yang dikembangkan di Universitas Islam As­Syafi’iyah diarahkan kepada menuju kepada terbentuknya masyarakat ilmiah yang Islami, dengan ciri sebagai berikut :

    1. Masyarakat Moral
      Kehidupan kampus memberikan ciri sebagai masyarakat yang setiap warganya berusaha sekuat tenaga menerapkan budi pekerti luhur (akhlaq al mahmuda) dalam tatanan hidupnya dan dengan sekuat tenaga pula berusaha menjauhkan diri dari perbuatan tercela (akhlaq al mazmumah). Secara sendiri-sendiri atau bersama-sa.ma, seluruh civitas academika harus mengembangkan ketergantungan hidupnya hanya kepada Allah SWT semata.
    2. Masyarakat Intelektual
      Kehidupan kampus memberikan ciri sebagai masyarakat yang setiap warganya berusaha sekuat tenaga menerapkan kebiasaan dan budaya kecendekiawanan, budaya intelektual yang mampu menerima, memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai warisan sejarah dan kekayaan peradaban manusia yang universal.
    3. Masyarakat Profesional
      Kehidupan kampus memeberikan ciri sebagai masyarakat yang setiap warganya berusaha sekuat tenaga melatih diri menurut kaidah-kaidah kerja yang dituntut oleh profesi yang dipilihnya.

    POLA ILMIAH POKOK

    Pola IImiah Pokok Universitas Islam As-Syafi’iyah adalah tekad civitas academika yang menjadi ciri khusus dan melekat pada semua institusi yang berada dalam Iingkungan Universitas Islam As-Syafi’iyah serta diwujudkan dalam kegiatan dan programnya.

    Pola IImiah Pokok UIA dijiwai oleh kaidah dan nilai-nilai dasar kejllangan Universitas Islam As-Syafi’iyah yang dijiwai oleh misi, orientasi dan identitas program

    Dengan dasar tersebut maka Pola Ilmiah Pokok Universitas Islam As­Syafi’iyah adalah : INTEGRASIILMU DAN AGAMA YANG TERWUJUD DALAM REKA YASA MANAJEMEN YANG BERCIRIKAN NILAI-NILAIISLAM

    Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2011/2012

    Daftar Sekarang